Kamis, 02 April 2015

Teori Kepribadian

Tugas 1
Septiyandi
2PA14
18513399

a.      Aliran psikoanalisa
Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisis. Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, merupakan sumber perilaku yang tidak normal atau menyimpang.Sumbangan terbesar Freud pada teori kepribadian adalah eksplorasinya ke dalam dunia tidak sadar dan keyakinannya bahwa manusia termotivasi oleh dorongan-dorongan utama yang belum atau tidak mereka sadari. Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam bawah sadar.  Alam Tidak Sadar (unconscious) menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan maupun insting yang tak kita sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan dan tindakan kita. Sekalipun kita sadar akan perilaku kita yang nyata, sering kali kita tidak menyadari proses mental yang ada dibalik perilaku tersebut. Misalnya seorang pria bisa saja mengetahui bahwa ia tertarik pada seorang wanita tetapi tidak benar-benar memahami alasan dibalik ketertarikannya, yang bisa saja bersifat tidak rasional. Alam bawah sadar (preconscious) ini memuat semua elemen yang tak disadari, tetapi bisa muncul kesadaran dengan cepat atau agak sukar (Freud, 1993/1964). Isi alam bawah sadar ini datang dari dua sumber, yang pertama adalah persepsi sadar (conscious perception). Apa yang dipersepsikan orang secara sadar dalam waktu singkat, akan segera masuk ke dalam alam bawah sadar selagi fokus perhatian beralih ke pemikiran lain.b.      Aliran Behaviouristik
Aliran psikologi behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B.Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subjek tunggal psikologi. Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme ( yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan - laporan subjektif ) dan juga psikoanalisis ( yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak ).
Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalisme. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses - proses mental. Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa - apa.
Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada pendekatan ilmiah yang sungguh - sungguh objektif. Kaum behavioris mencoret dari kamus ilmiah mereka, semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti sensasi, persepsi, hasrat, tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi, sejauh kedua pengertian tersebut dirumuskan secara subjektif.
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting, yaitu :
1.      Menekankan pada respon - respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
2.      Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.      Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Manusia dapat belajar banyak tentang perilakunya sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang. Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respon terhadap rangsangan itu.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
      Kepribadian yang sehat menurut behavioristik :
1.      Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
2.      Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri.
3.      Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang objektif.

c.        
c.       Aliran Humanistik
Aliran Humanistik merupakan kontribusi besar dari psikolog - psikolog terkenal seperti Carl Rogers, Goldon Allport dan Abraham Maslow. Humanistik muncul sebagai gerakan besar psikologi pada tahun 1950 – 1960-an. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Manusia mempunyai potensi di dalam dirinya untuk berkembang sehat dan kreatif. Kreativitas adalah potensi semua orang yang tidak memerlukan bakat dan kemampuan khusus.
Aliran ini mengkritisi aliran Behaviorisme yang menekankan pada stimulasi tingkah laku yang teramati. Menurut aliran Humanistik, pandangan Behaviorisme terlalu menyederhankan dan melalaikan manusia dari pengalaman batinnya, tingkah lakunya yang kompleks, nilai-nilai cinta kasih atau kepercayaan, juga potensi dan aktualisasi diri. Humanistik sangat mementingkan self (diri) manusia sebagai pemersatu yang menerangkan pengalaman - pengalaman subjektif individual.
Aliran Humanistik juga tidak menyetujui pandangan Psikoanalisis yang cenderung pesimistik dan pandangan Behaviorisme yang cenderung memandang manusia sebagai netral (tidak baik dan tidak jahat). Menurut aliran Humanistik, Psikoanalisis dan Behaviorisme telah salah dalam memandang tingkah laku manusia, yaitu sebagai tingkah laku yang ditentukan oleh kekuatan - kekuatan diluar kekuasaanya (entah sadar entah tidak). Humanistik memandang manusia pada hakikatnya adalah baik. Perbuatan - perbuatan manusia yang kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang sebagai tingkah laku patologik yang disebabkan oleh penolakan dan frustasi dari sifat yang pada dasarnya baik tersebut. Seorang manusia tidak dipandang sebagai mesin otomat yang pasif, tetapi sebagi peserta aktif yang mempunyai kemerdekaan memilih untuk menentukan nasibnya sendiri dan nasib orang lain. Aliran Humanistik memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan hanya mengandalakan pengalaman - pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli - ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri - ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensimaksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilakunya.
Ada empat ciri psikologi yang berorientasi Humanistik, yaitu:
1.      Memusatkan perhatian pada person mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
2.      Member tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, akutalisasi diri, sebagai lawan pandang tentang manusia yang mekanistis dan reduksionistis.
3.      Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah - masalah yang akan dipelajari dan prosedur - prosedur penelitian yang akan digunakan.
4.      Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu. Selain Maslow sebagai tokoh dalam Psikologi Humanistik, juga Carl Rogers, yang terkenal dengan client - centered therapy.

d.      Pendapat Allport
Allport lebih optimis tentang kodrat manusia daripada freud, dan ia memperlihatkan suatu keharuan yang luar biasa tentang manusia, sifat-sifatnya yang tampaknya bersumber pada masa kanak-kanaknya. Pengalaman-pengalaman pribadinya ini kelak tercermin dalam pandangan-pandangan teoritisnya tentang kodrat kepribadian.
Pandangan-pandangan pribadi dan professional dari Allport berbeda dengan pandangan-pandangan Freud dan gambaran kodrat manusia yang diutarakan Allport adalah positif, penuh harapan dan menyanjung-nyanjung.
Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar ──kekuatan-kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingka laku mereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dalam mereka. Allport percaya bahwa kekuatan-kekuatan tak sadar itu merupakan pengaruh-pengaruh yang penting pada tingkah laku orang-orang dewasa yang neurotis. Akan tetapi individu-individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga.
Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma, konflik-konflik masa kanak-kanak. Tetapi orang-orang bebas dari paksaan-paksaan masa lampau . orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intense-intensi kearah masa depan dan antipasti-antipasi masa depan. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang, dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak.segi pandangan yang sehat itu member jauh lebih banyak ke bebasan dalam memilih dan bertindak.
Allport percaya bahwa sama sekali tidak ada kesamaan-kesamaan fungsional antara orang yang neurotis dan orang yang sehat. Karena itu daripada menempatkan suatu rangkaian kesatuan (continuum) antara neurosis dan kesehatan emosional, Allport mengemukakan suatu jurang atau dikotomi antara keduanya dan salah satu diantara sifat-sifat dari yang lainnya. Dalam pandangan Allport, orang yang neurotis beroperasi dalam genggaman konflik-konflik dan pengalaman-pengalaman kanak-kanak dan kepribadian yang sehat berfungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebih tinggi.
Karena Allport mengetahui perbedaan-perbedaan antara manusia yang neurotis dan manusia yang sehat ini, karena dia lebih suka mempelajari hanya orang-orang dewasa yang matang (berlawanan dengan freud dan orang-orang lain yang mempelajari hanya orang-orang yang neurotis) dan hanya sedikit saja berbicara mengenai orang-orang yang neurotis. Karena itu kita dapat berkata bahwa system dari Allport hanya berorientasi pada kesehatan.
Menurut Allport, motif-motif seorang dewasa bukan perpanjangan atau perluasan motif-motif masa kanak-kanak. Motif-motif orang dewasa secara fungsional otonom terhadap masa kanak-kanak, yakni motif-motif itu tidak tergantung pada keadaan-keadaan asli, otonom sama seperti pohon ek yang sudah tumbuh dengan sempurna dari bijinya yang pernah memberinya makanan. Tujuan-tujuan ini mendorong kepribadian-kepribadian yang matang dan member pertunjukan yang paling baik untuk memahami tingkah laku sekarang. Allport menulis, ”Memiliki tujaun-tujuan jangka panjang yang dilihat sebagai pusat dari kehidupan pribadi seseorang, membedakan manusia dari binatang, orang dewasa dari anak-anak, dan dalam banyak hal kepribadian yang sehat dari kepribadian yang sakit”. “Kodrat intensional’ (intentional nature), kepribadian sehat ─ perjuangan-perjuangan kearah masa depan ini ─ mempersatukan dan mengintegrasikan seluruh kepribadian. Kodrat intensional dari kepribadian melayani maksud lain; ia menambah tingkat tegangan individu. Dalam pandangan ini individu di dorong oleh tegangan yang berlebihan sehingga mereka terus menerus didorong untuk mereduksikannya.
Allport percaya bahwa model reduksi tegangan ini dalam kepribadian manusia hanya sebagian benar karena tidak menjelaskan sebagian terbesar dorongan dari orang yang sehat. Allport menunjukan bahwa orang yang sehat ingin lebih banyak dari pada reduksi tegangan hidup.
Allport percaya bahwa dorongan dari semua orang yang sehat adalah sama.orang yang sehat disorong kedepan oleh suatu misi masa depan dan visi itu mempersatukan kepribadian dan membawa orang itu kepada tingkat-tingkat tegangan yang bertambah.
Ada segi lain dari konsepsi allport tentang kepribadian sehat yang mungkin kelihatannya paradoks: tujuan-tujuan yang dicita-citakan oleh orang yang sehat pada hakikatnya tidak dapat dicapai! Dia rupanya mengemukakan bahwa meskipun subtujuan-subtujuan yang dekat dapat dicapai, namun tujuan terakhir tidak dapat dicapai.
Teori Allport tentang dorongan dari kepribadian yang sehat memasukkan juga “prinsip penguasaan dan kemampuan” (principle of mastery and competence) yang berpendapat bahwa orang-orang yang matang dan sehat tidak cukup puas dengan melaksanakan atau mencapai tingkat-tingkat yang sedang atau yang hanya memadai. Mereka didorong untuk melakukan sedapat mungkin, untuk mencapai tingkat penguasaan dan kemampuan yang tinggi dalam usaha memuaskan motif-motif mereka.
2. Perkembangan Proprium Sebagai Dasar Perkembangan Kepribadian
Yang Sehat
Allport ingin menghilangkan kontradiksi-kontradiksi dan kekaburan-kekaburan yang terkandung dalam pembicaraan-pembicaraan “diri”, dengan membuang kata itu dan menggantikannya dengan suatu kata lain yang akan membedakan konsepnya tentang “diri” dari semua konsep lain. Istilah yang dipilihnya adalah proprium dan dapat didefinisikan dengan memikirkan bentuk sifat “propriate” seperti dalam kata ‘appropriate”. Proprium menunjukan kepada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang.
Proprium itu berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkatan “diri”. Apabila semua segi perkembangan telah muncul sepenuhnya, maka segi-segi tersebut telah dipersatukan dalam satu konsep proprium. Jadi proprium adalah susunan dari tujuh tingkat “diri” ini. Munculnya proprium ini merupakan suatu prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat.
“Diri” jasmaniah. Kita tidak dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri; perasaan tentang diri bukan merupakn bagian dari warisan keturunan kita. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“saya”) dan dunia sekitarnya. Ketika bayi menyentuh, melihat, mendengar dirinya, orang-orang lain, dan benda-benda, perbedaan itu menjadi lebih jelas. Kira-kira pada usia 15 bulan, maka muncullah tingkat pertama perkembangan proprium diri jasmaniah.
Identitas-diri. Pada tingkat kedua perkembangan, muncullah perasaan identitas-diri. Anak mulai sadar akan identitas dirinya yang berlangsung terus bagi seorang yang terpisah. Allport berpendapat bahwa segi yang sangat penting dalam identitas-diri adalah nama orang. Nama itu menjadi lambing dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan membedakannya dari semua diri yang lain di dunia.
Tingkat ketiga dalam proprium adalah timbulnya harga-diri. Pada tingkat ini, anak ingin membuat benda-benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan, memanipulasi dan mengubah lingkungan itu. Allport percaya bahwa hal ini merupakan suatu tingkatan perkembangan yang menentukan; apabila orangtua menghalangi kebutuhan anak untuk menyelidiki maka perasaan harga diri yang akan timbul dapat dirusakkan. Akibatnya dapat timbul perasaan dihina dan marah. Inti dari munculnya harga-diri ialah kebutuhan anak akan ekonomi.
Tingkat perkembangan diri berikutnya, yaitu perluasan diri (self extension), mulai dari sekitar usia 4 tahun. Anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut. Anak mempelajari arti dan nilai dari milik seperti terungkap dalam kata yang bagus sekali “kepunyaanku”, “rumahku”, “sekolahku’. Ini adalah permulaan dari kemampuan orang untuk memperpanjang dan memperluas dirinya, untuk tidak hanya memasukkan benda-benda tetapi juga abstraksi-abstraksi, nilai-nilai, dan kepercayaan-kepercayaan.
Gambaran diri berkembang pada tingkat berikutnya. Gambaran ini (atau rangkaian gambaran-gambaran) berkembang dari interaksi-interaksi antar orangtua dan anak.lewat pujian, dan hukuman, anak belajar bahwa orangtuanya mengharapkannya supaya menampilkan tingkah lau-tingkah laku tertentu dan menjauhi tingkah laku-tingkah laku lain. Dengan mempelajari harapan-harapan orangtua ini, anak mengembangkan dasar untuk suatu perasaan tanggung jawab, moral, serta untuk perumusan tentang tujuan-tujuan dan intense-intensi.
Diri sebagai Pelaku Rasional. Setelah anak mulai sekolah, diri sebagai pelaku rasional mulai timbul. Anak belajar bahwa ia dapat memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan proses-proses yang logis dan rasional.
Perjuangan Proprium (Propriate Striving). Dalam masa adolesensi, perjuangan proprium (propriate striving) ─ tingkat terakhir dalam perkembangan diri (selfthood) ─ timbul. Allport percaya bahwa masa adolesensi merupakan masa yang sangat menentukkan. Pertanyaan “Siapakah saya’ adalah sangat penting. Segi yang sangat penting dari pencarian identitas ini adalah definisi suatu tujuan hidup. Pentingnya pencarian ini yakni untuk pertama kalinya orang memperhatikan masa depan, tujuan-tujuan dan mimpi-mimpi jangka panjang. Berbarengan denga ini ialah, perkembangan dari daya dorong ke depan. Intense-intensi, aspirasi-aspirasi, dan harapan-harapan orang itu mendorong kepribadian yang matang. “Sasaran-sasaran yang menentukkan’ ini dalam pandangan Allport sangat penting untuk kepribadian sehat. Suatu kegagalan atau suatu kekecewaan yang hebat pada setiap tingkat melumpuhkan penampilan tingkat-tingkat berikutnya serta menghambat integrasi harmonis dari tingkat-tingkat itu dalam proprium

e.       Pendapat Rogers

Rogers lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian, Sejak awal Rogers mengurusi cara bagaimana kepribadian berubah dan berkembang, Rogers tidak menekankan aspek struktural kepribadian. Namun demikian, dari 19 rumusannya mengenai hakekat  pribadi, diperoleh tiga konstruk yang menjadi dasa penting dalam teorinya yitu Self, organisme dan medan fenomena.Konsep pokok dari teori kepribadian Rogers adalah self, sehingga dapat dikatakan self merupakan struktur kepribadian yang sebenarnya. Self atau konsep self adalah konsep menyeluruh yang ajeg dan terorganisir tersusun dari persepsi ciri-ciri tentang “I” atau “me” (aku sebagai subyek atau aku sebagai obyek) dan persepsi hubungan “I” atau “me” dengan orang lain dan berbagai aspek kehidupan, berikut nilai-nilai yang terlibat dalam persepsi itu. Konsep self menggambarkan konsepsi orang tentang dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.  Konsep self juga menggambarkan pandangan diri dalam kaitannya dengan berbagai perannya dalam kehidupan dan dalam kaitannya dengan hubungan interpersonal.Carl Rogers mendeskripsikan the self  atau self-structure sebagai sebuah konstruk yang menunjukan bagaimana setiap individu melihat dirinya sendiri. Self ini dibagi 2 yaitu : Real Self dan Ideal Self. Real Self adalah keadaan diri individu saat ini, sementara Ideal Self adalah keadaan diri individu yang ingin dilihat oleh individu itu sendiri atau apa yang ingin dicapai oleh individu tersebut.Perhatian Rogers yang utama adalah bagaimana organisme dan self dapat dibuat lebih kongruen/ sebidang. Artinya ada saat dimana self berada pada keadaan inkongruen,  kongruensi self ditentukan oleh kematangan, penyesuaian, dan kesehatan mental, self yang kongruen adalah yang mampu untuk menyamakan antara interpretasi dan persepsi self I dan self me sesuai dengan  realitas dan interpretasi self yang lain. Semakin lebar jarak antara keduanya, semakin lebar ketidaksebidangan ini.  Semakin besar ketidaksebidangan, maka semakin besar pula penderitaan yang dirasakan Jika tidak mampu maka akan terjadi ingkongruensi atau maladjustment atau neurosis.Organisme. Pengertian organisme mencakup empat hal:

1. Makhluk hidup; Organisme adalah makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat
2.    Realitas subyektif; organisme menanggapi dunia seperti yang siamati atau dialaminya. Jadi realita bukan masalah benar atau salah melainkan masalah persepsi yang sifatnya subjekstif.
3.    Holisme; organisme adalah satu kesatuan sistem, sehingga perybahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi atau bertujuan, yakni tujuan mengaktualisasi, mempertahankan, dan mengembangkan diri
4.    Medan fenomena. Keseluruhan pengalaman itu, baik yang internal maupun eksternal, disadari maupun tidak disadari dinamakan medan fenomena. Medan fenomena adalah seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang hidupnya di dunia, sebagaimana persepsi subyektifnya.

f.       Pendapat Maslow
Menurut Abraham Maslow, pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu mengaktualisasikan diri. Bagi Maslow, motivasi seseorang untuk aktualisasi diri bagi pribadi yang sehat tidak hanya didasarkan oleh kebutuhan-kebutuhan untuk memenuhi kekurangannya (deficit motivates), tetapi oleh metamotivasi, yaitu nilai-nilai hidup termasuk kebenaran, keindahan, kebijaksanaan, kedamaian, kesatuan, kemerdekaan, dst. Nilai-nilai ini oleh Maslow disebut juga B-Values. Nilai-nilai ini menjadi sumber yang mengarahkan dan mengembangkan kepribadian manusia
Menurut Maslow, syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi telah disebutkan, yaitu memuaskan hierarki empat kebutuhan yang ada, diantaranya yang pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta kasih, serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi di

g.      Pendapat fromm
Fromm adalah ahli teori pertama yang dibicarakan sampai sekarang yang menyamakan kesehatan psikologi dan kesehatan mental dengan kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan suatu bagian integral dari kepribadian sehat, bukan suatu hasil sampingan yang terjadi kebetulan. Kebahagiaan merupakan hasil dari kehidupan produktif dan membantu serta memajukan juga tingkat-tingkat produktifitas yang lebih tinggi. Kebahagiaan sungguh-sungguh merupakan suatu bagian dari kehidupan sehat sehingga dapat diambil sebagai bukti dari tingkat kesehatan psikologis yang telah dicapai seseorang. Fromm mengembangkan dan memperhalus teorinya sendiri tentang kepribadian. Sistemnya menggambarkan kepribadian sebagai yang ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial yang mempengaruhi individu dalam masa kanak-kanak dan juga kekuatan-kekuatan historis yang telah mempengaruhi perkembangan spesies manusia. A. Kepribadian yang sehat menurut Fromm kepribadian sehat menurut Erich fromm adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai. Fromm telah memberikan suatu gambaran jelas tentang kepribadian yang sehat. - Orang yang demikian mencintai sepenuhnya, - Kreatif, - Memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, - Mengamati dunia dan diri secara objektif, - Memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, - Berhubungan dengan dan berakar didunia, - Subjek atau pelaku dari diri dan nasib, & - Bebas dari ikatan-ikatan sumbang, Selain itu juga ia menyebut kepribadian yang sehatyaitu : orientasi produktif, yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadian yang matang dan orang yang mengaktualisasikan diri. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum yang meliputi semua segi kehidupan, respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa, di dunia dan juga terhadap diri. Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Kesehatan psikologis dan mental tidak begitu banyak merupakan usaha individu jika d bandingkan dengan usaha masyarakat. Faktornya ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia. Suatu masyarakat yang sehat membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lain, menjadi produktif, dan kreatif. Mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektivitas timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya. Fromm percaya bahwa kita semua memiliki suatu perjuangan yang melekat pada diri kita untuk kesehatan dan kesejahteraan emosional, suatu kecenderungan bawaan untuk kehidupan yang produktif, untuk keharmonisan dan cinta. Kesehatan jiwa dan mental pada kopdrat masyarakat berarti mengemukakan definisinya sendiri tentang kesehatan jiwa ini dapat berbeda-beda sesuai dengan waktu dan tempat yang berbeda. Seperti contoh tingkah laku dianggap tepat atau sehat kalau menabung dan menimbun. Perkembangan dari kepribadian sehat historisnya, Fromm melukiskan hakikat keadaan manusia sebagai kesepian dan ketidakberartian. Fromm berbicara tentang pembagian eksistensi dan pembagian dalam kodrat manusia sebagai akibat dari evolusi kita dari binatang-binatang yang lebih rendah suatu proses yang membiarkan kita menjadi sungguh-sungguh tetapi mengorbankan rasa aman dan rasa memiliki. Menurut Fromm kita adalah makhluk yang unik dan kesepian. Tidak seperti tingkah laku binatang, tingkah laku kita terikat pada mekanisme instinktif. Fromm percaya bahwa kerekatan antara kebebasan dan keamanan ini terulang dalam sejarah spesies manusia, dan juga dalam perkembangan setiap manusia. Dalam setiap sejarah yang berturut-turut karena manusia semakin bebas dari tekanan sosial dan agama yang kaku jurang antara kebebasan dan keamanan menjadi lebih lebar. Masalah dasar yang menantang kita semua adalah menemukan suatu pemecahan terhadap dikotomi-dikotomi dalam eksistensi kita dan menemukan bentuk-bentuk baru kesatuan dengan alam dengan orang-orang lain, dan diri sendiri. Seluruh eksistensi manusia ditentukan oleh pilihan yang tak terelakan antara “ regresi dan progresi”. Sebagai organisme yang hidup kita didorong untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisiologis dasar akan kelaparan, kehausan, dan seks yang mendoronhg semua. Kita lebih fleksibel dalam memuaskan kebutuhan ini, kebutuhan tersebut juga tidak berbeda antara diri kita yang lebih rendah. Semua manusia sehat dan didorong oleh kebutuhan-kebutuhan tersebut. Orang yang mempunyai kepribadian sehat dapat memuaskan kebutuhan psikologisnya secara kreatif dan produktif. Sedangkan orang yang sakit dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhannya dengan cara irasional. Fromm mengemukakan lima kebutuhan antara lain : 1. Hubungan 2. Transedensi 3. Berakar 4. Perasaan identitas & 5. Kerangka orientasi. Kita telah membicarakan cara-cara yang sehat dari pemuasan lima kebutuhan dalam teorinya. Teori ini memberikan kita suatu ide tentang kodrat kepribadian yang sehat. Dan cara yang sehat untuk memuaskan kebutuhanini ialah individualitas proses dimana seseorang mencapai suatu perasaan tertentu. Sejauh mana masing-masing mengalami suatu perasaan yang unik tentang diri tergantung pada bagaimana kita berhasil memutuskan ikatan-ikatan sumbang dengan keluarga,suku, atau bangsa kita. B. Pengertian Dasar Teori Dari Fromm Teori Erich fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika masyarakat tertentu telah membentuk para anggotanya sehingga karakter tiap anggota tersebut sesuai dengan hasil yang ada pada masyarakat. Fromm mengembangkan teorinya bahwa manusia menjadi semakin bebas dari abad ke abad maka mereka juga makin merasa kesepian. Jadi kebebasan menjadi keadaan yang negative dari mana manusia melarikan diri. Pengertian kepribadian sehat dan produktifitas benar-benar menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari orang yakni diri : -] Dengan orang-orang yang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi, -] Dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka, -] Dengan memenuhi semua kapasitas mereka. Dan ada empat segi kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksut Fromm dengan orientasi produktif. Keempat segi itu adalah :  Cinta yang produktifð : Suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana partner dapat mempertahankan individualitas mereka.  Pikiran yang produktif :ð Meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas.  Kebahagiaan :ð Merupakan suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif, kebahagiaan itu menyertai seluruh kegiatan produktif.  A. Suara Hati otoriter :ð Penguasa dari luar yang diinternalisasikan yang memimpin tingkah laku orang itu. b. suara Hati Humanistik : Suara dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar. Untuk memahami bagaimana hal ini terjadi kita harus membicarakan alternative lain yang dikemukakan oleh Fromm yakni : 1. Orientasi reseptif Ex : kebudayaan budak dimana budak-budak hanya dapat bertindak secara reseptif dan pasif terhadap tuannya. 2. Orientasi eksploitatif Ex : masyarakat totaliter atau fasis suatu lingkungan dimana pemimpin pemimpin yang kuat dan bersifat menguasai memerintah dengan kekerasan. 3. Orientasi penimbunan Ex : masyarakat yang membantu perkembangan tata susila penghematan dari orang protesan inggris yang fanatic dan dimana kerja keras serta penghematan merepakan keutamaan, mengembangkan orientasi ini. 4. Orientasi pemasaran Ex : kualitas-kualitas iuran senyum, ramah, kelihatan sebagai orang-orang baik, tertawa atas lelucon lebih penting daripada kualitas dalam. Fromm tidak menguraikan tingkah laku yang khusus dari orang tua yang bertanggung jawab terhadap timbulnya mekanisme pelarian diri ini. Tetapi ia menunjukan dengan jelas pentingnya cara orang tua memperlakukan anak untuk kesehatan psikologis & mental khususnya selama 5 thn pertama kehidupan. Interpretasi Fromm tentang sumber dari kepribadian sehat menekankan pengaruh yang kuat dari kekuatan sosial, ekonomi, dan politik pada individu. Pada peranan sosial dalam membentuk kepribadian ditunjang oleh bacaan tentang sejarah dan pengalaman pribadi kita. Pendirian Fromm memberikan harapan kepada kita semua. Perjuangan bawaan untuk kesehatan mental yang sangat kuat. Tentu kekuatan mental yang menghambat produktivitas membuktikan bahwa timbulnya gangguan emosional dalam zaman kita meningkatkan tetapi kesehatan, dan cinta kadang-kadang menang atas perlawanan yang keras tsb. Kepribadian produktif dari Fromm seperti berpijak dengan kuat pada kenyataan. Orang yang sehat mengamati dunia secara objektif, tidak seperti orang yang berfungsi sepenuhnya. Orang yang produktif tidak hidup dalam dunia subjektif buatan mereka sendiri tetapi berada dalam dan dari dunia yang nyata. Keputusan diambil dan dipilihan diadakan bukan nanya karena dirasa baik tetapi karena tampaknya secara logis tepat dan benar. Kepribadian sehat Fromm yang saya rasa menarik adalah perjuangan kita untuk mengembangkan dan memenuhi semua kemampuan kita. Orang sehat dan produktif yg kuat dan sepenuhnya menggunakan,merentangkan memperpanjangkan, dan mengembangkan kualitas yang unik. Saya melihat perasaan untuk mengontrol dan menguasai diri sendiri dan nasib sendiri. Fromm menegaskan sekali lagi petunjuk ini dalam suatu kerangka observasi-observasi psikoanalitis tentang individu dan interpretasi sendiri tentang sejarah manusia. Jadi, kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan mengatur diri sendiri. C. Ciri-ciri Kepribadian Sehat  Cinta yang produktifØ cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang perhatian, tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai orang-orang lain berarti memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka.  Pikiran yang produktifØ Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya. Fromm percaya bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh masalah.  KebahagiaanØ Kebahagiaan merupakan prestasi yang paling hebat.  Suara hatiØ Fromm membedakan dua tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar