Minggu, 19 Juni 2016

Tulisan 4 Psikoterapi Softskil



Contoh kasus terapi bermain

Farel adalah anak yang berusia 5 tahun dia mengalami hiperaktif. Farel adalah siswa PAUD, farel  sering berjalan-jalan saat kegiatan belajar  berlangsung, tidak mampu memperhatikan guru saat menjelaskan, mencari sesuatu di dekat Farel untuk dibuatnya bermain, tidak mau berbagi mainan pada temannya dan susah untuk berkonsentrasi. Ada beberapa terapi yang di gunakan untuk menangani anak yang mengalami hiperaktif, salah satunya terapi bermain. Karena permainan sangat di sukai oleh anak. Dengan permainan, anak akan mengenal suatu konsep yang masih abstrak dapat lebih di kongkritkan, sehingga penerimaan tersebut menjadi gambaran bersifat verbal. Salah satu permainan yang di berikan untuk anak hiperaktif seperti farel adalah permainan puzzle karena merupakan salah satu permainan edukatif yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan anak dalam merangkainya. Dengan terbiasa bermain puzzle, lambat laun mental anak akan terbiasa untuk bersifat tenang, berkonsentrasi, dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu.
“Dengan bermain Puzzle anak termotivasi dan merasa senang, anak dapat lebih berkonsentrasi, mudah di atur dan dapat duduk dengan tenang saat mengikuti kegiatan “
Setelah dilakukan terapi dengan mengunakan terapi permainan puzlle. Hasil dari terapi yang dilakukan ada sedikit perubahan pada Farel, Farel terlihat lebih fokus dalam mengikuti kegiatan, dan mudah diatur dan mau berbagi mainan dengan temannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar