Nama : Septiyandi
Kelas : 3PA14
Npm : 18513399
A. Pengorganisasian struktur
manajemen
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang
secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen,
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan
pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur
organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya.
Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
1. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara
tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam
menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di
inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan
pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas
dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan
hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban
apa yang akan di kerjakan.
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam
Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan
struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan
lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur
organisasi.
2. Pengorganisasian sebagai Fungsi
Manajemen
Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen, meliputi :
a. Struktur Formal
Struktur formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih
yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan
hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain
sebagainya.
b. Struktur Informal
Striktur informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih
yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak
sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
3. Manfaat Struktur
Fungsional dan Divisional
Fungsionalisme struktural adalah sebuah sudut pandang
luas dalam dan antropologi yang berupaya menafsirkan
masyarakat sebagai sebuah struktur dengan bagian-bagian yang saling
berhubungan.
a. Teori
fungsionalisme struktural adalah suatu bangunan teori yang paling besar
pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang. Tokoh-tokoh yang pertama kali
mencetuskan fungsional yaitu August Comte, Emile Durkheim dan Herbet Spencer.
b. Teori struktural
fungsional berkaitan erat dengan sebuah struktur yang tercipta dalam
masyarakat. Struktural – fungsional, yang berarti struktur dan fungsi. Artinya,
manusia memiliki peran dan fungsi masing – masing dalam tatanan struktur
masyarakat
Struktur Divisional. Ini adalah jenis struktur yang
berdasarkan divisi yang berbeda dalam organisasi. Struktur-struktur ini
dibagi ke dalam: Departemen dikelompokkan ke dalam divisi mandiri terpisah
berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis. Perbedaan
keterampilan merupakan dasar departementalisasi, dan bukannya kesamaan
keterampilan.
a. Struktur produk – struktur sebuah produk berdasarkan pada
pengelolaan karyawan dan kerja yang berdasarkan jenis produk yang berbeda. Jika
perusahaan memproduksi tiga jenis produk yang berbeda, mereka akan memiliki
tiga divisi yang berbeda untuk produk tersebut.
b. Struktur pasar – struktur pasar digunakan untuk
mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan.
Sebuah perusahaan bisa memiliki 3 pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan
struktur ini, maka akan membedakan divisi dalam struktur.
c. Struktur geografis – organisasi besar memiliki
kantor di tempat yang berbeda, misalnya ada zona utara, zona selatan, barat,
dan timur. Struktur organisasi mengikuti struktur zona wilayah.
Kelebihan:
1) Lebih mudah dalam
pengelolaannya karena memecah organisasi menjadi divisi yang lebih kecil.
2) Memungkinkan pembuatan
keputusan strategis yang lebih luas dan konsentrasi penuh pada tugas-tugas.
3) Tempat latihan yang
baik bagi para manajer strategik.
4) Manajer dapat memilih
struktur (produk, geografis, pasar) yang paling sesuai dengan divisinya.
5) Sesuai untuk lingkungan yang
cepat berubah, tanggapan yang cepat pada perubahan karena adanya.
4. KERUGIAN STRUKTUR FUNGSIONAL DAN STRUKTUR
DIVISIONAL
Struktur Fungsional Kelemahan :
1. Menimbulkan kesulitan
dalam komunikasi dan konflik antar fungsi.
2. Menyebabkan kemacetan
pelaksanaan tugas yang sifatnya berurutan.
3. Memberikan respon yang
lebih lambat terhadap perubahan.
4. Anggota fungsi hanya
berfokus pada kepentingan tugas-tugasnya sehingga
cenderung
berpandangan sempit dan dapat merugikan organisasi
secara keseluruhan.
Struktur
Divisional Kelemahan:
1. Memungkinkan
berkembangnya persaingan disfungsional antar sumber daya
organisasi
dan konflik antara tugas-tugas & prioritas-prioritas.
2. Kepentingan divisi
mungkin ditempatkan di atas kepentingan organisasi secara
keseluruhan.
3. Kebijakan divisi tidak
konsisten dengan kebijakan divisi lain maupun dengan
kebijakan
organisasi.
4. Timbulnya masalah
dalam alokasi sumber daya dan distribusi biaya-biaya
perusahaan.
5. Adanya duplikasi
sumber daya dan peralatan yang tidak perlu.
6. Duplikasi sumberdaya
lintas divisi.
7. Kurang pendalaman
teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi.
8. Koordinasi yang buruk
lintas divisi.
9. Kurangnya kendali
sumberdaya menajemen puncak.
10. Kompetesi untuk sumberdaya
perusahaan
5. Kasus Organisasi
Contoh kasus lebih-kurang dana yg masuk. Dana
merupakan jantung dari jalannya kegiatan operasional suatu organisasi. Di dalam
pemasukkan dana suatu organisasi pasti akan adanya lebih-kurang yg terjadi di
dalam dana fisik dengan dana nonfisik (dana yg tercantum dalam pembukuan).
Terkadang hal itu terjadi dikarenakan 2 hal; akuntannya yg tidak jujur, atau
memang dana itu hilang atau terjadi kesalahan di dalam pembukuan.
6. Referensi
B. Actuating dalam Manajemen
1. Pengertian Actuating dalam Manajemen
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan
(actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi
perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek
abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan
pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi
Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa
actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa
hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan
sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga
ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain
merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui
berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan
kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Hal
yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa
seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :
a. Merasa yakin
akan mampu mengerjakan,
b. Yakin bahwa pekerjaan
tersebut memberikan manfaat bagi dirinya,
c. Tidak sedang
dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau
mendesak,
d. Tugas tersebut
merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan
e. Hubungan antar teman dalam organisasi
tersebut harmonis.
2. Pentingnya Actuating dalam Manajemen
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang
berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan
pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan
seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas.
Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi
dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas,
fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai
visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
3. Prinsip – prinsip Actuating Manajemen
Prinsip-Prinsip Penggerakan
Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam
penggerakan/actuating antara lain:
a.
Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
b. Mendorong
pertumbuhan dan perkembangan manusia
c. Menanamkan pada manusia
keinginan untuk melebihi
d. Menghargai hasil
yang baik dan sempurna
e. Mengusahakan adanya
keadilan tanpa pilih kasih
f. Memberikan kesempatan
yang tepat dan bantuan yang cukup
g. Memberikan dorongan
untuk mengembangkan potensi diri
4. Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar