Tugas 1
Septiyandi
2PA14
18513399
Septiyandi
2PA14
18513399
a.
Aliran
psikoanalisa
Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri
psikoanalisis. Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan,
merupakan sumber perilaku yang tidak normal atau menyimpang.Sumbangan terbesar
Freud pada teori kepribadian adalah eksplorasinya ke dalam dunia tidak sadar
dan keyakinannya bahwa manusia termotivasi oleh dorongan-dorongan utama yang
belum atau tidak mereka sadari. Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi
dua tingkat, alam tidak sadar dan alam sadar. Alam tidak sadar
terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam bawah sadar.
Alam Tidak Sadar (unconscious) menjadi tempat bagi segala
dorongan, desakan maupun insting yang tak kita sadari tetapi ternyata mendorong
perkataan, perasaan dan tindakan kita. Sekalipun kita sadar akan perilaku kita
yang nyata, sering kali kita tidak menyadari proses mental yang ada dibalik
perilaku tersebut. Misalnya seorang pria bisa saja mengetahui bahwa ia tertarik
pada seorang wanita tetapi tidak benar-benar memahami alasan dibalik
ketertarikannya, yang bisa saja bersifat tidak rasional. Alam bawah sadar (preconscious)
ini memuat semua elemen yang tak disadari, tetapi bisa muncul kesadaran dengan
cepat atau agak sukar (Freud, 1993/1964). Isi alam bawah sadar ini datang dari
dua sumber, yang pertama adalah persepsi sadar (conscious perception).
Apa yang dipersepsikan orang secara sadar dalam waktu singkat, akan segera
masuk ke dalam alam bawah sadar selagi fokus perhatian beralih ke pemikiran
lain.b. Aliran Behaviouristik
Aliran psikologi behaviorisme adalah sebuah
aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B.Watson pada tahun 1913 yang
berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subjek tunggal psikologi.
Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta
memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi
terhadap introspeksionisme ( yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan
- laporan subjektif ) dan juga psikoanalisis ( yang berbicara tentang alam
bawah sadar yang tidak tampak ).
Behaviorisme secara
keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari
psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan
demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen
seperti yang dipercayai oleh strukturalisme. Berarti juga behaviorisme sudah
melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan
masih memfokuskan diri pada proses - proses mental. Behaviorisme ingin
menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan
diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya
manusia tidak membawa bakat apa - apa.
Manusia akan berkembang
berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan
yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan yang baik akan
menghasilkan manusia baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada pendekatan
ilmiah yang sungguh - sungguh objektif. Kaum behavioris mencoret dari kamus
ilmiah mereka, semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti sensasi,
persepsi, hasrat, tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi, sejauh kedua
pengertian tersebut dirumuskan secara subjektif.
Aliran behaviorisme
mempunyai 3 ciri penting, yaitu :
1.
Menekankan pada respon - respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
2.
Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak
dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat
bawaan.
3.
Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami
antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Manusia dapat belajar banyak
tentang perilakunya sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan
yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respon terhadap
rangsangan itu.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap
memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar.
Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang
sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut
behavioristik :
1. Memberikan
respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
2.
Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan
bawaan sendiri.
3.
Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang objektif.
c.
c.
Aliran Humanistik
Aliran Humanistik
merupakan kontribusi besar dari psikolog - psikolog terkenal seperti Carl
Rogers, Goldon Allport dan Abraham Maslow. Humanistik muncul sebagai gerakan
besar psikologi pada tahun 1950 – 1960-an. Humanistik menegaskan adanya
keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri.
Manusia mempunyai potensi di dalam dirinya untuk berkembang sehat dan kreatif.
Kreativitas adalah potensi semua orang yang tidak memerlukan bakat dan
kemampuan khusus.
Aliran ini mengkritisi
aliran Behaviorisme yang menekankan pada stimulasi tingkah laku yang teramati.
Menurut aliran Humanistik, pandangan Behaviorisme terlalu menyederhankan dan
melalaikan manusia dari pengalaman batinnya, tingkah lakunya yang kompleks,
nilai-nilai cinta kasih atau kepercayaan, juga potensi dan aktualisasi diri.
Humanistik sangat mementingkan self
(diri) manusia sebagai pemersatu yang menerangkan pengalaman - pengalaman
subjektif individual.
Aliran Humanistik juga
tidak menyetujui pandangan Psikoanalisis yang cenderung pesimistik dan
pandangan Behaviorisme yang cenderung memandang manusia sebagai netral (tidak
baik dan tidak jahat). Menurut aliran Humanistik, Psikoanalisis dan
Behaviorisme telah salah dalam memandang tingkah laku manusia, yaitu sebagai
tingkah laku yang ditentukan oleh kekuatan - kekuatan diluar kekuasaanya (entah
sadar entah tidak). Humanistik memandang manusia pada hakikatnya adalah baik.
Perbuatan - perbuatan manusia yang kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang
sebagai tingkah laku patologik yang disebabkan oleh penolakan dan frustasi dari
sifat yang pada dasarnya baik tersebut. Seorang manusia tidak dipandang sebagai
mesin otomat yang pasif, tetapi sebagi peserta aktif yang mempunyai kemerdekaan
memilih untuk menentukan nasibnya sendiri dan nasib orang lain. Aliran
Humanistik memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar
dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi
maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta
mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Menurut aliran
humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan
potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan hanya mengandalakan
pengalaman - pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk
belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan
respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian
sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu
yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri
adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena
setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala
sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan
kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli -
ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia
harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri - ciri lingkungan.
Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif
yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi
humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka
percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan,
dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran
Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara
sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih
potensimaksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya
serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilakunya.
Ada empat ciri psikologi
yang berorientasi Humanistik, yaitu:
1. Memusatkan perhatian pada person mengalami, dan karenanya
berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
2. Member tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia,
seperti kreativitas, akutalisasi diri, sebagai lawan pandang tentang manusia
yang mekanistis dan reduksionistis.
3. Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah -
masalah yang akan dipelajari dan prosedur - prosedur penelitian yang akan
digunakan.
4. Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi
pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi
yang inheren pada setiap individu. Selain Maslow sebagai tokoh dalam Psikologi
Humanistik, juga Carl Rogers, yang terkenal dengan client - centered therapy.
d. Pendapat
Allport
Allport lebih optimis tentang kodrat manusia daripada freud, dan ia memperlihatkan suatu keharuan yang luar biasa tentang manusia, sifat-sifatnya yang tampaknya bersumber pada masa kanak-kanaknya. Pengalaman-pengalaman pribadinya ini kelak tercermin dalam pandangan-pandangan teoritisnya tentang kodrat kepribadian.
Pandangan-pandangan pribadi dan professional dari Allport berbeda dengan pandangan-pandangan Freud dan gambaran kodrat manusia yang diutarakan Allport adalah positif, penuh harapan dan menyanjung-nyanjung.
Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar ──kekuatan-kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingka laku mereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dalam mereka. Allport percaya bahwa kekuatan-kekuatan tak sadar itu merupakan pengaruh-pengaruh yang penting pada tingkah laku orang-orang dewasa yang neurotis. Akan tetapi individu-individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga.
Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma, konflik-konflik masa kanak-kanak. Tetapi orang-orang bebas dari paksaan-paksaan masa lampau . orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intense-intensi kearah masa depan dan antipasti-antipasi masa depan. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang, dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak.segi pandangan yang sehat itu member jauh lebih banyak ke bebasan dalam memilih dan bertindak.
Allport percaya bahwa sama sekali tidak ada kesamaan-kesamaan fungsional antara orang yang neurotis dan orang yang sehat. Karena itu daripada menempatkan suatu rangkaian kesatuan (continuum) antara neurosis dan kesehatan emosional, Allport mengemukakan suatu jurang atau dikotomi antara keduanya dan salah satu diantara sifat-sifat dari yang lainnya. Dalam pandangan Allport, orang yang neurotis beroperasi dalam genggaman konflik-konflik dan pengalaman-pengalaman kanak-kanak dan kepribadian yang sehat berfungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebih tinggi.
Karena Allport mengetahui perbedaan-perbedaan antara manusia yang neurotis dan manusia yang sehat ini, karena dia lebih suka mempelajari hanya orang-orang dewasa yang matang (berlawanan dengan freud dan orang-orang lain yang mempelajari hanya orang-orang yang neurotis) dan hanya sedikit saja berbicara mengenai orang-orang yang neurotis. Karena itu kita dapat berkata bahwa system dari Allport hanya berorientasi pada kesehatan.
Menurut Allport, motif-motif seorang dewasa bukan perpanjangan atau perluasan motif-motif masa kanak-kanak. Motif-motif orang dewasa secara fungsional otonom terhadap masa kanak-kanak, yakni motif-motif itu tidak tergantung pada keadaan-keadaan asli, otonom sama seperti pohon ek yang sudah tumbuh dengan sempurna dari bijinya yang pernah memberinya makanan. Tujuan-tujuan ini mendorong kepribadian-kepribadian yang matang dan member pertunjukan yang paling baik untuk memahami tingkah laku sekarang. Allport menulis, ”Memiliki tujaun-tujuan jangka panjang yang dilihat sebagai pusat dari kehidupan pribadi seseorang, membedakan manusia dari binatang, orang dewasa dari anak-anak, dan dalam banyak hal kepribadian yang sehat dari kepribadian yang sakit”. “Kodrat intensional’ (intentional nature), kepribadian sehat ─ perjuangan-perjuangan kearah masa depan ini ─ mempersatukan dan mengintegrasikan seluruh kepribadian. Kodrat intensional dari kepribadian melayani maksud lain; ia menambah tingkat tegangan individu. Dalam pandangan ini individu di dorong oleh tegangan yang berlebihan sehingga mereka terus menerus didorong untuk mereduksikannya.
Allport percaya bahwa model reduksi tegangan ini dalam kepribadian manusia hanya sebagian benar karena tidak menjelaskan sebagian terbesar dorongan dari orang yang sehat. Allport menunjukan bahwa orang yang sehat ingin lebih banyak dari pada reduksi tegangan hidup.
Allport percaya bahwa dorongan dari semua orang yang sehat adalah sama.orang yang sehat disorong kedepan oleh suatu misi masa depan dan visi itu mempersatukan kepribadian dan membawa orang itu kepada tingkat-tingkat tegangan yang bertambah.
Ada segi lain dari konsepsi allport tentang kepribadian sehat yang mungkin kelihatannya paradoks: tujuan-tujuan yang dicita-citakan oleh orang yang sehat pada hakikatnya tidak dapat dicapai! Dia rupanya mengemukakan bahwa meskipun subtujuan-subtujuan yang dekat dapat dicapai, namun tujuan terakhir tidak dapat dicapai.
Teori Allport tentang dorongan dari kepribadian yang sehat memasukkan juga “prinsip penguasaan dan kemampuan” (principle of mastery and competence) yang berpendapat bahwa orang-orang yang matang dan sehat tidak cukup puas dengan melaksanakan atau mencapai tingkat-tingkat yang sedang atau yang hanya memadai. Mereka didorong untuk melakukan sedapat mungkin, untuk mencapai tingkat penguasaan dan kemampuan yang tinggi dalam usaha memuaskan motif-motif mereka.
2. Perkembangan Proprium Sebagai Dasar Perkembangan Kepribadian
Yang Sehat
Allport ingin menghilangkan kontradiksi-kontradiksi dan kekaburan-kekaburan yang terkandung dalam pembicaraan-pembicaraan “diri”, dengan membuang kata itu dan menggantikannya dengan suatu kata lain yang akan membedakan konsepnya tentang “diri” dari semua konsep lain. Istilah yang dipilihnya adalah proprium dan dapat didefinisikan dengan memikirkan bentuk sifat “propriate” seperti dalam kata ‘appropriate”. Proprium menunjukan kepada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang.
Proprium itu berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkatan “diri”. Apabila semua segi perkembangan telah muncul sepenuhnya, maka segi-segi tersebut telah dipersatukan dalam satu konsep proprium. Jadi proprium adalah susunan dari tujuh tingkat “diri” ini. Munculnya proprium ini merupakan suatu prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat.
“Diri” jasmaniah. Kita tidak dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri; perasaan tentang diri bukan merupakn bagian dari warisan keturunan kita. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“saya”) dan dunia sekitarnya. Ketika bayi menyentuh, melihat, mendengar dirinya, orang-orang lain, dan benda-benda, perbedaan itu menjadi lebih jelas. Kira-kira pada usia 15 bulan, maka muncullah tingkat pertama perkembangan proprium diri jasmaniah.
Identitas-diri. Pada tingkat kedua perkembangan, muncullah perasaan identitas-diri. Anak mulai sadar akan identitas dirinya yang berlangsung terus bagi seorang yang terpisah. Allport berpendapat bahwa segi yang sangat penting dalam identitas-diri adalah nama orang. Nama itu menjadi lambing dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan membedakannya dari semua diri yang lain di dunia.
Tingkat ketiga dalam proprium adalah timbulnya harga-diri. Pada tingkat ini, anak ingin membuat benda-benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan, memanipulasi dan mengubah lingkungan itu. Allport percaya bahwa hal ini merupakan suatu tingkatan perkembangan yang menentukan; apabila orangtua menghalangi kebutuhan anak untuk menyelidiki maka perasaan harga diri yang akan timbul dapat dirusakkan. Akibatnya dapat timbul perasaan dihina dan marah. Inti dari munculnya harga-diri ialah kebutuhan anak akan ekonomi.
Tingkat perkembangan diri berikutnya, yaitu perluasan diri (self extension), mulai dari sekitar usia 4 tahun. Anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut. Anak mempelajari arti dan nilai dari milik seperti terungkap dalam kata yang bagus sekali “kepunyaanku”, “rumahku”, “sekolahku’. Ini adalah permulaan dari kemampuan orang untuk memperpanjang dan memperluas dirinya, untuk tidak hanya memasukkan benda-benda tetapi juga abstraksi-abstraksi, nilai-nilai, dan kepercayaan-kepercayaan.
Gambaran diri berkembang pada tingkat berikutnya. Gambaran ini (atau rangkaian gambaran-gambaran) berkembang dari interaksi-interaksi antar orangtua dan anak.lewat pujian, dan hukuman, anak belajar bahwa orangtuanya mengharapkannya supaya menampilkan tingkah lau-tingkah laku tertentu dan menjauhi tingkah laku-tingkah laku lain. Dengan mempelajari harapan-harapan orangtua ini, anak mengembangkan dasar untuk suatu perasaan tanggung jawab, moral, serta untuk perumusan tentang tujuan-tujuan dan intense-intensi.
Diri sebagai Pelaku Rasional. Setelah anak mulai sekolah, diri sebagai pelaku rasional mulai timbul. Anak belajar bahwa ia dapat memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan proses-proses yang logis dan rasional.
Perjuangan Proprium (Propriate Striving). Dalam masa adolesensi, perjuangan proprium (propriate striving) ─ tingkat terakhir dalam perkembangan diri (selfthood) ─ timbul. Allport percaya bahwa masa adolesensi merupakan masa yang sangat menentukkan. Pertanyaan “Siapakah saya’ adalah sangat penting. Segi yang sangat penting dari pencarian identitas ini adalah definisi suatu tujuan hidup. Pentingnya pencarian ini yakni untuk pertama kalinya orang memperhatikan masa depan, tujuan-tujuan dan mimpi-mimpi jangka panjang. Berbarengan denga ini ialah, perkembangan dari daya dorong ke depan. Intense-intensi, aspirasi-aspirasi, dan harapan-harapan orang itu mendorong kepribadian yang matang. “Sasaran-sasaran yang menentukkan’ ini dalam pandangan Allport sangat penting untuk kepribadian sehat. Suatu kegagalan atau suatu kekecewaan yang hebat pada setiap tingkat melumpuhkan penampilan tingkat-tingkat berikutnya serta menghambat integrasi harmonis dari tingkat-tingkat itu dalam proprium
Allport lebih optimis tentang kodrat manusia daripada freud, dan ia memperlihatkan suatu keharuan yang luar biasa tentang manusia, sifat-sifatnya yang tampaknya bersumber pada masa kanak-kanaknya. Pengalaman-pengalaman pribadinya ini kelak tercermin dalam pandangan-pandangan teoritisnya tentang kodrat kepribadian.
Pandangan-pandangan pribadi dan professional dari Allport berbeda dengan pandangan-pandangan Freud dan gambaran kodrat manusia yang diutarakan Allport adalah positif, penuh harapan dan menyanjung-nyanjung.
Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar ──kekuatan-kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingka laku mereka tidak ditentukan oleh setan-setan yang ada jauh dalam mereka. Allport percaya bahwa kekuatan-kekuatan tak sadar itu merupakan pengaruh-pengaruh yang penting pada tingkah laku orang-orang dewasa yang neurotis. Akan tetapi individu-individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka dan dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu juga.
Kepribadian-kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma-trauma, konflik-konflik masa kanak-kanak. Tetapi orang-orang bebas dari paksaan-paksaan masa lampau . orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intense-intensi kearah masa depan dan antipasti-antipasi masa depan. Pandangan orang yang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang, dan tidak mundur kembali kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak.segi pandangan yang sehat itu member jauh lebih banyak ke bebasan dalam memilih dan bertindak.
Allport percaya bahwa sama sekali tidak ada kesamaan-kesamaan fungsional antara orang yang neurotis dan orang yang sehat. Karena itu daripada menempatkan suatu rangkaian kesatuan (continuum) antara neurosis dan kesehatan emosional, Allport mengemukakan suatu jurang atau dikotomi antara keduanya dan salah satu diantara sifat-sifat dari yang lainnya. Dalam pandangan Allport, orang yang neurotis beroperasi dalam genggaman konflik-konflik dan pengalaman-pengalaman kanak-kanak dan kepribadian yang sehat berfungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebih tinggi.
Karena Allport mengetahui perbedaan-perbedaan antara manusia yang neurotis dan manusia yang sehat ini, karena dia lebih suka mempelajari hanya orang-orang dewasa yang matang (berlawanan dengan freud dan orang-orang lain yang mempelajari hanya orang-orang yang neurotis) dan hanya sedikit saja berbicara mengenai orang-orang yang neurotis. Karena itu kita dapat berkata bahwa system dari Allport hanya berorientasi pada kesehatan.
Menurut Allport, motif-motif seorang dewasa bukan perpanjangan atau perluasan motif-motif masa kanak-kanak. Motif-motif orang dewasa secara fungsional otonom terhadap masa kanak-kanak, yakni motif-motif itu tidak tergantung pada keadaan-keadaan asli, otonom sama seperti pohon ek yang sudah tumbuh dengan sempurna dari bijinya yang pernah memberinya makanan. Tujuan-tujuan ini mendorong kepribadian-kepribadian yang matang dan member pertunjukan yang paling baik untuk memahami tingkah laku sekarang. Allport menulis, ”Memiliki tujaun-tujuan jangka panjang yang dilihat sebagai pusat dari kehidupan pribadi seseorang, membedakan manusia dari binatang, orang dewasa dari anak-anak, dan dalam banyak hal kepribadian yang sehat dari kepribadian yang sakit”. “Kodrat intensional’ (intentional nature), kepribadian sehat ─ perjuangan-perjuangan kearah masa depan ini ─ mempersatukan dan mengintegrasikan seluruh kepribadian. Kodrat intensional dari kepribadian melayani maksud lain; ia menambah tingkat tegangan individu. Dalam pandangan ini individu di dorong oleh tegangan yang berlebihan sehingga mereka terus menerus didorong untuk mereduksikannya.
Allport percaya bahwa model reduksi tegangan ini dalam kepribadian manusia hanya sebagian benar karena tidak menjelaskan sebagian terbesar dorongan dari orang yang sehat. Allport menunjukan bahwa orang yang sehat ingin lebih banyak dari pada reduksi tegangan hidup.
Allport percaya bahwa dorongan dari semua orang yang sehat adalah sama.orang yang sehat disorong kedepan oleh suatu misi masa depan dan visi itu mempersatukan kepribadian dan membawa orang itu kepada tingkat-tingkat tegangan yang bertambah.
Ada segi lain dari konsepsi allport tentang kepribadian sehat yang mungkin kelihatannya paradoks: tujuan-tujuan yang dicita-citakan oleh orang yang sehat pada hakikatnya tidak dapat dicapai! Dia rupanya mengemukakan bahwa meskipun subtujuan-subtujuan yang dekat dapat dicapai, namun tujuan terakhir tidak dapat dicapai.
Teori Allport tentang dorongan dari kepribadian yang sehat memasukkan juga “prinsip penguasaan dan kemampuan” (principle of mastery and competence) yang berpendapat bahwa orang-orang yang matang dan sehat tidak cukup puas dengan melaksanakan atau mencapai tingkat-tingkat yang sedang atau yang hanya memadai. Mereka didorong untuk melakukan sedapat mungkin, untuk mencapai tingkat penguasaan dan kemampuan yang tinggi dalam usaha memuaskan motif-motif mereka.
2. Perkembangan Proprium Sebagai Dasar Perkembangan Kepribadian
Yang Sehat
Allport ingin menghilangkan kontradiksi-kontradiksi dan kekaburan-kekaburan yang terkandung dalam pembicaraan-pembicaraan “diri”, dengan membuang kata itu dan menggantikannya dengan suatu kata lain yang akan membedakan konsepnya tentang “diri” dari semua konsep lain. Istilah yang dipilihnya adalah proprium dan dapat didefinisikan dengan memikirkan bentuk sifat “propriate” seperti dalam kata ‘appropriate”. Proprium menunjukan kepada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang.
Proprium itu berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkatan “diri”. Apabila semua segi perkembangan telah muncul sepenuhnya, maka segi-segi tersebut telah dipersatukan dalam satu konsep proprium. Jadi proprium adalah susunan dari tujuh tingkat “diri” ini. Munculnya proprium ini merupakan suatu prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat.
“Diri” jasmaniah. Kita tidak dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri; perasaan tentang diri bukan merupakn bagian dari warisan keturunan kita. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“saya”) dan dunia sekitarnya. Ketika bayi menyentuh, melihat, mendengar dirinya, orang-orang lain, dan benda-benda, perbedaan itu menjadi lebih jelas. Kira-kira pada usia 15 bulan, maka muncullah tingkat pertama perkembangan proprium diri jasmaniah.
Identitas-diri. Pada tingkat kedua perkembangan, muncullah perasaan identitas-diri. Anak mulai sadar akan identitas dirinya yang berlangsung terus bagi seorang yang terpisah. Allport berpendapat bahwa segi yang sangat penting dalam identitas-diri adalah nama orang. Nama itu menjadi lambing dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan membedakannya dari semua diri yang lain di dunia.
Tingkat ketiga dalam proprium adalah timbulnya harga-diri. Pada tingkat ini, anak ingin membuat benda-benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan, memanipulasi dan mengubah lingkungan itu. Allport percaya bahwa hal ini merupakan suatu tingkatan perkembangan yang menentukan; apabila orangtua menghalangi kebutuhan anak untuk menyelidiki maka perasaan harga diri yang akan timbul dapat dirusakkan. Akibatnya dapat timbul perasaan dihina dan marah. Inti dari munculnya harga-diri ialah kebutuhan anak akan ekonomi.
Tingkat perkembangan diri berikutnya, yaitu perluasan diri (self extension), mulai dari sekitar usia 4 tahun. Anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut. Anak mempelajari arti dan nilai dari milik seperti terungkap dalam kata yang bagus sekali “kepunyaanku”, “rumahku”, “sekolahku’. Ini adalah permulaan dari kemampuan orang untuk memperpanjang dan memperluas dirinya, untuk tidak hanya memasukkan benda-benda tetapi juga abstraksi-abstraksi, nilai-nilai, dan kepercayaan-kepercayaan.
Gambaran diri berkembang pada tingkat berikutnya. Gambaran ini (atau rangkaian gambaran-gambaran) berkembang dari interaksi-interaksi antar orangtua dan anak.lewat pujian, dan hukuman, anak belajar bahwa orangtuanya mengharapkannya supaya menampilkan tingkah lau-tingkah laku tertentu dan menjauhi tingkah laku-tingkah laku lain. Dengan mempelajari harapan-harapan orangtua ini, anak mengembangkan dasar untuk suatu perasaan tanggung jawab, moral, serta untuk perumusan tentang tujuan-tujuan dan intense-intensi.
Diri sebagai Pelaku Rasional. Setelah anak mulai sekolah, diri sebagai pelaku rasional mulai timbul. Anak belajar bahwa ia dapat memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan proses-proses yang logis dan rasional.
Perjuangan Proprium (Propriate Striving). Dalam masa adolesensi, perjuangan proprium (propriate striving) ─ tingkat terakhir dalam perkembangan diri (selfthood) ─ timbul. Allport percaya bahwa masa adolesensi merupakan masa yang sangat menentukkan. Pertanyaan “Siapakah saya’ adalah sangat penting. Segi yang sangat penting dari pencarian identitas ini adalah definisi suatu tujuan hidup. Pentingnya pencarian ini yakni untuk pertama kalinya orang memperhatikan masa depan, tujuan-tujuan dan mimpi-mimpi jangka panjang. Berbarengan denga ini ialah, perkembangan dari daya dorong ke depan. Intense-intensi, aspirasi-aspirasi, dan harapan-harapan orang itu mendorong kepribadian yang matang. “Sasaran-sasaran yang menentukkan’ ini dalam pandangan Allport sangat penting untuk kepribadian sehat. Suatu kegagalan atau suatu kekecewaan yang hebat pada setiap tingkat melumpuhkan penampilan tingkat-tingkat berikutnya serta menghambat integrasi harmonis dari tingkat-tingkat itu dalam proprium
e. Pendapat
Rogers
Rogers
lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian, Sejak awal Rogers
mengurusi cara bagaimana kepribadian berubah dan berkembang, Rogers tidak menekankan
aspek struktural kepribadian. Namun demikian, dari 19 rumusannya mengenai
hakekat pribadi, diperoleh tiga konstruk
yang menjadi dasa penting dalam teorinya yitu Self, organisme dan medan
fenomena.Konsep
pokok dari teori kepribadian Rogers adalah self, sehingga dapat dikatakan self
merupakan struktur kepribadian yang sebenarnya. Self atau konsep self adalah
konsep menyeluruh yang ajeg dan terorganisir tersusun dari persepsi ciri-ciri
tentang “I” atau “me” (aku sebagai subyek atau aku sebagai obyek) dan persepsi
hubungan “I” atau “me” dengan orang lain dan berbagai aspek kehidupan, berikut
nilai-nilai yang terlibat dalam persepsi itu. Konsep self menggambarkan
konsepsi orang tentang dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi
bagian dari dirinya. Konsep self juga
menggambarkan pandangan diri dalam kaitannya dengan berbagai perannya dalam
kehidupan dan dalam kaitannya dengan hubungan interpersonal.Carl
Rogers mendeskripsikan the self atau
self-structure sebagai sebuah konstruk yang menunjukan bagaimana setiap
individu melihat dirinya sendiri. Self ini dibagi 2 yaitu : Real Self dan Ideal
Self. Real Self adalah keadaan diri individu saat ini, sementara Ideal Self
adalah keadaan diri individu yang ingin dilihat oleh individu itu sendiri atau
apa yang ingin dicapai oleh individu tersebut.Perhatian
Rogers yang utama adalah bagaimana organisme dan self dapat dibuat lebih
kongruen/ sebidang. Artinya ada saat dimana self berada pada keadaan
inkongruen, kongruensi self ditentukan
oleh kematangan, penyesuaian, dan kesehatan mental, self yang kongruen adalah
yang mampu untuk menyamakan antara interpretasi dan persepsi self I dan self me
sesuai dengan realitas dan interpretasi
self yang lain. Semakin lebar jarak antara keduanya, semakin lebar ketidaksebidangan
ini. Semakin besar ketidaksebidangan,
maka semakin besar pula penderitaan yang dirasakan Jika tidak mampu maka akan
terjadi ingkongruensi atau maladjustment atau neurosis.Organisme. Pengertian
organisme mencakup empat hal:
1. Makhluk hidup; Organisme adalah makhluk lengkap dengan
fungsi fisik dan psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang
secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat
2. Realitas subyektif; organisme
menanggapi dunia seperti yang siamati atau dialaminya. Jadi realita bukan
masalah benar atau salah melainkan masalah persepsi yang sifatnya subjekstif.
3. Holisme; organisme adalah satu
kesatuan sistem, sehingga perybahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian
lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi atau bertujuan, yakni tujuan
mengaktualisasi, mempertahankan, dan mengembangkan diri
4. Medan fenomena. Keseluruhan
pengalaman itu, baik yang internal maupun eksternal, disadari maupun tidak
disadari dinamakan medan fenomena. Medan fenomena adalah seluruh pengalaman
pribadi seseorang sepanjang hidupnya di dunia, sebagaimana persepsi
subyektifnya.
f.
Pendapat
Maslow
Menurut Abraham Maslow, pribadi yang
sehat adalah pribadi yang mampu mengaktualisasikan diri. Bagi Maslow, motivasi
seseorang untuk aktualisasi diri bagi pribadi yang sehat tidak hanya didasarkan
oleh kebutuhan-kebutuhan untuk memenuhi kekurangannya (deficit motivates),
tetapi oleh metamotivasi, yaitu nilai-nilai hidup termasuk kebenaran,
keindahan, kebijaksanaan, kedamaian, kesatuan, kemerdekaan, dst. Nilai-nilai
ini oleh Maslow disebut juga B-Values. Nilai-nilai ini menjadi sumber
yang mengarahkan dan mengembangkan kepribadian manusia
Menurut Maslow, syarat untuk
mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi telah
disebutkan, yaitu memuaskan hierarki empat kebutuhan yang ada, diantaranya yang
pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta
kasih, serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul
kebutuhan akan aktualisasi di
g.
Pendapat
fromm
Fromm
adalah ahli teori pertama yang dibicarakan sampai sekarang yang menyamakan
kesehatan psikologi dan kesehatan mental dengan kebahagiaan. Kebahagiaan
merupakan suatu bagian integral dari kepribadian sehat, bukan suatu hasil
sampingan yang terjadi kebetulan. Kebahagiaan merupakan hasil dari kehidupan
produktif dan membantu serta memajukan juga tingkat-tingkat produktifitas yang
lebih tinggi. Kebahagiaan sungguh-sungguh merupakan suatu bagian dari kehidupan
sehat sehingga dapat diambil sebagai bukti dari tingkat kesehatan psikologis
yang telah dicapai seseorang. Fromm mengembangkan dan memperhalus teorinya
sendiri tentang kepribadian. Sistemnya menggambarkan kepribadian sebagai yang
ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial yang mempengaruhi individu dalam masa
kanak-kanak dan juga kekuatan-kekuatan historis yang telah mempengaruhi
perkembangan spesies manusia. A. Kepribadian yang sehat menurut Fromm
kepribadian sehat menurut Erich fromm adalah penyesuaian diri seseorang dalam
masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan
dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan
masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di
cintai. Fromm telah memberikan suatu gambaran jelas tentang kepribadian yang
sehat. - Orang yang demikian mencintai sepenuhnya, - Kreatif, - Memiliki
kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, - Mengamati dunia dan diri
secara objektif, - Memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, - Berhubungan
dengan dan berakar didunia, - Subjek atau pelaku dari diri dan nasib, & -
Bebas dari ikatan-ikatan sumbang, Selain itu juga ia menyebut kepribadian yang
sehatyaitu : orientasi produktif, yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadian
yang matang dan orang yang mengaktualisasikan diri. Dengan menggunakan kata
“orientasi”, Fromm menunjukan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum yang
meliputi semua segi kehidupan, respons intelektual, emosional, dan sensoris
terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa, di dunia dan juga
terhadap diri. Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan.
Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut
bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar
semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan
diri dengan masyarakat. Kesehatan psikologis dan mental tidak begitu banyak
merupakan usaha individu jika d bandingkan dengan usaha masyarakat. Faktornya
ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan
manusia. Suatu masyarakat yang sehat membiarkan anggota-anggotanya
mengembangkan cinta satu sama lain, menjadi produktif, dan kreatif. Mempertajam
dan memperhalus tenaga pikiran dan objektivitas timbulnya individu-individu
yang berfungsi sepenuhnya. Fromm percaya bahwa kita semua memiliki suatu
perjuangan yang melekat pada diri kita untuk kesehatan dan kesejahteraan
emosional, suatu kecenderungan bawaan untuk kehidupan yang produktif, untuk
keharmonisan dan cinta. Kesehatan jiwa dan mental pada kopdrat masyarakat
berarti mengemukakan definisinya sendiri tentang kesehatan jiwa ini dapat
berbeda-beda sesuai dengan waktu dan tempat yang berbeda. Seperti contoh
tingkah laku dianggap tepat atau sehat kalau menabung dan menimbun.
Perkembangan dari kepribadian sehat historisnya, Fromm melukiskan hakikat
keadaan manusia sebagai kesepian dan ketidakberartian. Fromm berbicara tentang
pembagian eksistensi dan pembagian dalam kodrat manusia sebagai akibat dari
evolusi kita dari binatang-binatang yang lebih rendah suatu proses yang
membiarkan kita menjadi sungguh-sungguh tetapi mengorbankan rasa aman dan rasa
memiliki. Menurut Fromm kita adalah makhluk yang unik dan kesepian. Tidak
seperti tingkah laku binatang, tingkah laku kita terikat pada mekanisme
instinktif. Fromm percaya bahwa kerekatan antara kebebasan dan keamanan ini
terulang dalam sejarah spesies manusia, dan juga dalam perkembangan setiap
manusia. Dalam setiap sejarah yang berturut-turut karena manusia semakin bebas
dari tekanan sosial dan agama yang kaku jurang antara kebebasan dan keamanan
menjadi lebih lebar. Masalah dasar yang menantang kita semua adalah menemukan
suatu pemecahan terhadap dikotomi-dikotomi dalam eksistensi kita dan menemukan
bentuk-bentuk baru kesatuan dengan alam dengan orang-orang lain, dan diri
sendiri. Seluruh eksistensi manusia ditentukan oleh pilihan yang tak terelakan
antara “ regresi dan progresi”. Sebagai organisme yang hidup kita didorong
untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisiologis dasar akan kelaparan, kehausan,
dan seks yang mendoronhg semua. Kita lebih fleksibel dalam memuaskan kebutuhan
ini, kebutuhan tersebut juga tidak berbeda antara diri kita yang lebih rendah.
Semua manusia sehat dan didorong oleh kebutuhan-kebutuhan tersebut. Orang yang
mempunyai kepribadian sehat dapat memuaskan kebutuhan psikologisnya secara
kreatif dan produktif. Sedangkan orang yang sakit dapat memuaskan
kebutuhan-kebutuhannya dengan cara irasional. Fromm mengemukakan lima kebutuhan
antara lain : 1. Hubungan 2. Transedensi 3. Berakar 4. Perasaan identitas &
5. Kerangka orientasi. Kita telah membicarakan cara-cara yang sehat dari
pemuasan lima kebutuhan dalam teorinya. Teori ini memberikan kita suatu ide
tentang kodrat kepribadian yang sehat. Dan cara yang sehat untuk memuaskan
kebutuhanini ialah individualitas proses dimana seseorang mencapai suatu
perasaan tertentu. Sejauh mana masing-masing mengalami suatu perasaan yang unik
tentang diri tergantung pada bagaimana kita berhasil memutuskan ikatan-ikatan
sumbang dengan keluarga,suku, atau bangsa kita. B. Pengertian Dasar Teori Dari
Fromm Teori Erich fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial
psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur
dan dinamika masyarakat tertentu telah membentuk para anggotanya sehingga
karakter tiap anggota tersebut sesuai dengan hasil yang ada pada masyarakat.
Fromm mengembangkan teorinya bahwa manusia menjadi semakin bebas dari abad ke
abad maka mereka juga makin merasa kesepian. Jadi kebebasan menjadi keadaan
yang negative dari mana manusia melarikan diri. Pengertian kepribadian sehat
dan produktifitas benar-benar menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang
sangat penting dari orang yakni diri : -] Dengan orang-orang yang sehat
menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi, -] Dengan menjadi
semua menurut kesanggupan mereka, -] Dengan memenuhi semua kapasitas mereka.
Dan ada empat segi kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksut
Fromm dengan orientasi produktif. Keempat segi itu adalah : Cinta yang produktifð
: Suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana partner dapat
mempertahankan individualitas mereka.
Pikiran yang produktif :ð Meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan
objektivitas. Kebahagiaan :ð
Merupakan suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan
orientasi produktif, kebahagiaan itu menyertai seluruh kegiatan produktif. A. Suara Hati otoriter :ð
Penguasa dari luar yang diinternalisasikan yang memimpin tingkah laku orang
itu. b. suara Hati Humanistik : Suara dari diri dan bukan dari suatu perantara
dari luar. Untuk memahami bagaimana hal ini terjadi kita harus membicarakan
alternative lain yang dikemukakan oleh Fromm yakni : 1. Orientasi reseptif Ex :
kebudayaan budak dimana budak-budak hanya dapat bertindak secara reseptif dan
pasif terhadap tuannya. 2. Orientasi eksploitatif Ex : masyarakat totaliter
atau fasis suatu lingkungan dimana pemimpin pemimpin yang kuat dan bersifat
menguasai memerintah dengan kekerasan. 3. Orientasi penimbunan Ex : masyarakat
yang membantu perkembangan tata susila penghematan dari orang protesan inggris
yang fanatic dan dimana kerja keras serta penghematan merepakan keutamaan,
mengembangkan orientasi ini. 4. Orientasi pemasaran Ex : kualitas-kualitas
iuran senyum, ramah, kelihatan sebagai orang-orang baik, tertawa atas lelucon
lebih penting daripada kualitas dalam. Fromm tidak menguraikan tingkah laku
yang khusus dari orang tua yang bertanggung jawab terhadap timbulnya mekanisme
pelarian diri ini. Tetapi ia menunjukan dengan jelas pentingnya cara orang tua
memperlakukan anak untuk kesehatan psikologis & mental khususnya selama 5
thn pertama kehidupan. Interpretasi Fromm tentang sumber dari kepribadian sehat
menekankan pengaruh yang kuat dari kekuatan sosial, ekonomi, dan politik pada
individu. Pada peranan sosial dalam membentuk kepribadian ditunjang oleh bacaan
tentang sejarah dan pengalaman pribadi kita. Pendirian Fromm memberikan harapan
kepada kita semua. Perjuangan bawaan untuk kesehatan mental yang sangat kuat.
Tentu kekuatan mental yang menghambat produktivitas membuktikan bahwa timbulnya
gangguan emosional dalam zaman kita meningkatkan tetapi kesehatan, dan cinta
kadang-kadang menang atas perlawanan yang keras tsb. Kepribadian produktif dari
Fromm seperti berpijak dengan kuat pada kenyataan. Orang yang sehat mengamati
dunia secara objektif, tidak seperti orang yang berfungsi sepenuhnya. Orang
yang produktif tidak hidup dalam dunia subjektif buatan mereka sendiri tetapi
berada dalam dan dari dunia yang nyata. Keputusan diambil dan dipilihan
diadakan bukan nanya karena dirasa baik tetapi karena tampaknya secara logis
tepat dan benar. Kepribadian sehat Fromm yang saya rasa menarik adalah
perjuangan kita untuk mengembangkan dan memenuhi semua kemampuan kita. Orang
sehat dan produktif yg kuat dan sepenuhnya menggunakan,merentangkan
memperpanjangkan, dan mengembangkan kualitas yang unik. Saya melihat perasaan
untuk mengontrol dan menguasai diri sendiri dan nasib sendiri. Fromm menegaskan
sekali lagi petunjuk ini dalam suatu kerangka observasi-observasi psikoanalitis
tentang individu dan interpretasi sendiri tentang sejarah manusia. Jadi,
kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan mengatur diri sendiri. C. Ciri-ciri
Kepribadian Sehat Cinta yang produktifØ
cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang perhatian, tanggung
jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai orang-orang lain berarti memperhatikan
(dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh memperhatikan
kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Pikiran yang produktifØ
Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas.
Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran.
Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya. Fromm percaya
bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana
pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara
objektif seluruh masalah. KebahagiaanØ
Kebahagiaan merupakan prestasi yang paling hebat. Suara hatiØ Fromm
membedakan dua tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar