2. Arsitektur
Komputer & Struktur Kognitif Manusia
A.
Penjelasan tentang arsitektur komputer
Arsitektur
komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus
sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat
keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi
kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya.
Dalam
bidang teknik komputer, definisi arsitektur komputer adalah suatu konsep
perencanaan dan juga struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer
atau ilmu yang bertujuan untuk perancangan sistem komputer.
Arsitektur
von Neumann (atau Mesin Von Neumann) adalah arsitektur yang diciptakan oleh
John von Neumann [1903 – 1957]. Arsitektur ini digunakan oleh hampir pada semua
komputer pada saat ini. Arsitektur Von Neumann ini menggambarkan komputer
dengan 4 (empat) bagian utama, yaitu: Unit Aritmatika & Logis (ALU), unit
kontrol, memori, & alat masukan & hasil (secara kolektif dinamakan
I/O). Bagian tersebut dihubungkan oleh berkas kawat, “bus”.
B.
Struktur kognisi manusia
Secara
terpisah, struktur merupakan sesuatu yang dibangun atau yang disusun dengan
pola tertentu. Sedangkan kognisi adalah suatu kemampuan berpikir (pengetahuan,
kesadaran, kontrol, dll) dimana yang menjadi objek nya adalah diri manusia itu
sendiri.
Ada beberapa aspek yang
mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu:
1. Berdasarkan
kedewasaan dan perkembangan individu
2. Sifat
belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
3. Ketepatan
dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi
kognisinya.
Pandangan
kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dengan pandangan kognitif
dalam kerja otak manusia. Disini pandangan kognitif menekankan pada pemrosesan informasi
yang di dapat dalam kerja otak dan kesadaran manusia. Struktur kognisi manusia
merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi
pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang
membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan
sosial bagi seorang manusia. Sedangkan arsitektur komputer merupakan konsep
perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Kedua
nya disini sama- sama membahas suatu struktur pengoperasian dasar, namun beda
nya struktur kognisi diproses di dalam otak.
Menurut
Prof. Benny H. Hoed struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas
unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan, sedangkan
kognitif, Menurut Drever (Solihin, 2010) disebutkan bahwa ”kognisi adalah
istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi,
penangkapan makna, penialain, dan penalaran”. Dan Menurut Chaplin (2002)
dikatakan bahwa “kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk
mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan,
menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai.
Kaitan
antara struktur manusia dan arsitektur komputer , menurut saya arsitektur
komputer dan struktur kognisi manusia sama – sama mempunyai komponen – komponen
penting dalam pemerosesannya.
C.
Kaitan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
Setelah
membahas penjelasan-penjelasan di atas, dapat kita lihat ada hubungan antara
arsitektur komputer dengan kognisi manusia. Komputer dan kognisi memiliki
persamaan dalam hal memproses informasi. Jika dikaitkan dengan arsitektur
komputer yang memiliki pengertian sebagai konsep perencanaan dan struktur
pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, maka kognisi manusia lah yang
turut berperan penting dalam pembuatannya. Manusia lah yang menciptakan
komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan maksud
mempermudah manusia dalam pekerjaannya. Karena manusia memiliki otak yang
melakukan proses memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui
aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan,
berbahasa yang disebut sebagai kognisi. Arsitektur komputer dibuat untuk
memudahkan manusia dalam menggunakan komputer. Hal ini terkait dengan proses
koginif manusia dalam mengingat informasi. Misalnya tombol save menggunakan
gambar disket dimana disket merupakan hardisk tempat menyimpan data dan tombol
delete menggunakan gambar tempat sampah dimana tempat sampah merupakan tempat
pembuangan apa saja yang sudah tidak digunakan lagi.
D. Kelebihan
dan kelemahan arsitektur komputer dibanding struktur kognisi manusia
Kelebihan
arsitektur komputer yaitu mempermudah manusia menyelesaikan tugas dan
sebagainya. Kekurangannya komputer tidak dapat berjalan tanpa ada bagian –
bagian arsitektur. Sedangkan struktur kognisi manusia dijalankan oleh sendiri
berbeda dengan komputer harus dioperasikan oleh manusia. Kelemahanya jika tidak
diasah kognisi manusia sakan berkurang, seperti lupa dalam mengigat. Dalam
Solso (2008) menjelaskan apapun yang dialakukan komputer dengan baik(
melakukan operasi matematika dan logika dengan cepat) pada umunya tidak mempu
dilakukan manusia dengan baik. Sebaliknya, apa yang mampu dilakukan manusia
dengan baik ( menyusun, generalisasi, membuat kesimpulan, memahami pola-pola
yang kompleks dan memiliki emosi, tidak mampu dilakukan oleh komputer.
E.
Contoh kasus
Rekruitment
kariyawan pada sebuah perusahaan untuk melihat kemampuan karyawan dalam bekerja
individu maupun kelompok didalam suatu perusahan.
Analisis Kasus :
Dalam
proses penerimaannya, rekruitment karyawan dilakukan sesuai dengan tahap-rahap
kebutuhan dari lembaga atau perusahan tersebut, seperti : pemeriksaan kemampuan
kognitif nya dalam bidang kemampuan dengan proses wawancara maupun praktek,
penempatan sesuai dengan kemampuan kariyawan yang dikuasai nya, selanjutnya
masa magang dilakukan untuk melihat kesesuaian hasil rekruitment. Disini kedua
nya juga saling terkait, bila arsitektur komputer informasi di proses di CPU,
sistem kognisi manusia di proses di otak, sedangkan proses rekruitment di
proses oleh atasan, dan juga dapat berhubungan dengan guru atau bagian
administrasi untuk bekerja sama dalam proses rekruitment tersebut. Seperti hal
nya CPU yang berhubungan dengan perangkat lain dalam menjalankan tugasnya.
Sumber:
Chaplin,
J.P. (2002). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Solihin,
A. (2010). MySQL dari pemula hingga mahir.
Jakarta : Universitas Budi Luhur.
Solso,
R. (2008). Psikologi kognisi edisi ke-8.
PT. Gelora Aksara Pratama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar