Contoh kasus terapi
bermain
Farel adalah anak yang
berusia 5 tahun dia mengalami hiperaktif. Farel adalah siswa PAUD, farel sering berjalan-jalan saat kegiatan belajar berlangsung, tidak mampu memperhatikan guru
saat menjelaskan, mencari sesuatu di dekat Farel untuk dibuatnya bermain, tidak
mau berbagi mainan pada temannya dan susah untuk berkonsentrasi. Ada beberapa
terapi yang di gunakan untuk menangani anak yang mengalami hiperaktif, salah
satunya terapi bermain. Karena permainan sangat di sukai oleh anak. Dengan
permainan, anak akan mengenal suatu konsep yang masih abstrak dapat lebih di
kongkritkan, sehingga penerimaan tersebut menjadi gambaran bersifat verbal.
Salah satu permainan yang di berikan untuk anak hiperaktif seperti farel adalah
permainan puzzle karena merupakan salah satu permainan edukatif yang membutuhkan
kesabaran dan ketekunan anak dalam merangkainya. Dengan terbiasa bermain puzzle,
lambat laun mental anak akan terbiasa untuk bersifat tenang, berkonsentrasi,
dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu.
“Dengan bermain Puzzle anak
termotivasi dan merasa senang, anak dapat lebih berkonsentrasi, mudah di atur
dan dapat duduk dengan tenang saat mengikuti kegiatan “
Setelah dilakukan
terapi dengan mengunakan terapi permainan puzlle. Hasil dari terapi yang
dilakukan ada sedikit perubahan pada Farel, Farel terlihat lebih fokus dalam
mengikuti kegiatan, dan mudah diatur dan mau berbagi mainan dengan temannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar